Wednesday, January 6, 2016

Satu Lagi Kisah Yang Menguras Air Mata: "Aku Bersyukur, Ibuku Meninggal.."

Ia berjalan ke arah kerumunan makam ibunya dikuburkan dengan langkah yang penuh kepercayaan diri tanpa sedikitpun terlihat air mata di membekas pipinya. Orang-orang yang hadir di acara tersebut menyalaminya dan mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya wanita tercinta yang telah membesarkannya.

Hampir tak ada sedikitpun rasa kesedihan di wajahnya. Dan senyumnya yang ramah itu menimbulkan tanda tanya di benak para pelayat, termasuk saudari satu-satunya.

Dia berdiri di tepi kuburan menatap liang lahat seolah-olah ingin mengukur luasnya. Lalu masuk kedalam, membantu pemakaman ibunya meski tanah basah mengotori jas yang dikenakannya. Sesekali dia tersenyum menatap wajah ibunya yang kaku dan tak bisa lagi membuka matanya. Dan sekali lagi, tidak adanya kesedihan diwajahnya menimbulkan pertanyaan, ‘Ada apa antara dia dan ibunya?’.


ilustrasi


Orang-orang telah pergi meninggalkannya yang masih berdiri di tepi kuburan sang ibu. Saudarinya pun telah dimintanya untuk pergi duluan mengurus suami dan anak-anaknya. Sementara dia tetap berdiri disana, sendirian, namun sekali lagi, tanpa sedikitpun kesedihan. Sesekali dia tersenyum seakan ibu melihatnya dari dalam.

“Boleh saya bertanya, nak?” Sapaan pak ustadz dari belakang mengagetkannya.

Dia menoleh kebelakang dan mengangguk kecil sambil tersenyum.

Pak ustadz lalu berdiri disebelah kanannya, “Saya hanya ingin meluruskan rasa penasaran warga padamu, ada apa antara kamu dan ibumu?”

“Maksudnya pak?”

“Yaaah, kami tidak melihat sedikitpun rasa sedih di wajahmu.”

Sekali lagi dia tersenyum dan menatap pusara sang ibu, “Ayahku meninggal saat aku masih remaja, dan dia ayah yang sangat baik meski bekerja pas-pasan. Dia melindungi kami dari apapun yang merusak lahir dan batin kami. Tapi aku adalah anak pembangkang.”

“Di hari terakhir ayahku, aku bertengkar hebat dengannya dan bahkan meyumpahinya hanya karena dia tak membelikan aku handphone yang kuinginkan. Aku takkan lupa saat ayahku selesai dikuburkan, pak ustadz. Ibuku menangis setiap harinya, tubuhnya melemah dan mengurus. Namun dia tak berhenti berkeliling menjajakan bakwan keseluruh kampung meski beberapa bakwan yang terjual itu terasa asin bercampur dengan air matanya.”

“Aku melihatnya setiap saat pak, dan aku tidak bisa berhenti menyalahkan diriku yang telah membawa kekecewaan di wajah ayahku saat dia meninggal. Sejak itu, aku meyakinkan diriku bahwa suatu hari nanti ibuku akan mengalami hal yang sama. Dia akan meninggal, dia akan meninggal, dan dia akan meninggal. Dan itu hanya masalah waktu.”

“Pikiran itu terus menghantuiku dan memaksaku harus melakukan sesuatu. Aku tak bisa lagi melakukan kesalahan yang sama seperti pada ayahku. Aku mengubah semua tentang hidupku, baik duniaku maupun agamaku, karena setiap harinya aku berpikir mungkin besok adalah hari terakhir ibuku. Hingga aku berada di posisi seperti ini, pak ustadz.”


Aku bersyukur, ibuku meninggal ketika aku tidak lagi membebani hidupnya.
Aku bersyukur, ibuku meninggal setelah aku memberinya cucu yang sehat dan berbakti.
Aku bersyukur, ibuku meninggal saat masa tuanya hanya tinggal memikirkan ibadah.
Aku bersyukur, ibuku meninggal saat aku sudah bisa menghajikannya memakai uang dari keringatku.
Aku bersyukur, ibuku meninggal dengan menepuk dada setiap kali dia bercerita tentangku dan saudariku.
Aku bersyukur, ibuku meninggal di rumahnya dan bukan di kontrakannya.
Aku bersyukur, ibuku meninggal sekarang ini, pak ustadz.
Aku bersyukur, ibuku meninggal penuh kebahagiaan karena aku dan saudariku selalu menghubunginya setiap hari menanyakan kabarnya dan menceritakan kabar kami.


Dia mulai meneteskan air mata, dan mulai mengalir deras, meski bibirnya terus menerus mengukirkan senyum yang menyejukkan.

“Dan aku bersyukur, pak ustadz. Aku bersyukur, ibuku meninggal tanpa membawa kekecewaan ke alam sana dan yakin bahwa aku dan saudariku akan terus memberinya kebanggaan. Penyesalanku sekarang, aku harus bersabar untuk melihat senyumnya dan mendengar tawanya lagi.”

Sumber: http://www.kabarmakkah.com/2015/10/aku-bersyukur-ibuku-meninggal.html

Masya Allah..!! Inilah 14 Kemuliaan Bagi Seorang Isteri yang Sedang Hamil

Sungguh beruntung seorang muslimah yang sedang hamil, dikarenakan dirinya berhak mendapatkan 14 kemuliaan yang insyaAllah akan Allah SWT berikan. berikut kemuliaan yang akan didapatkan seorang muslimah yang sedang hamil:
 

1. Jika seorang isteri hamil, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya tiap-tiap hri dgn 1.000 kebaikan & menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.

2. Jika seorang isteri hamil, setelah itu ketika hendak bersalin atau melahirkan, maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang berjihad di jalan Allah.

3. bila seorang isteri hamil, lalu melahirkan anak, sehingga hilanglah dosa2nya seperti kondisi dia baru dilahirkan.

4. Bila seorang isteri hamil, & sudah lahir anaknya lalu dia susui anaknya. Sehingga bagi tiap-tiap tegukan Allah memberi baginya 1 kebajikan.

5. Bila seseorang isteri hamil, & diwaktu anaknya lahir dia rawat anaknya yg sedang sakit. Sehingga Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba sahaya dgn ikhlas utk membela agama Allah SWT.

6. Seandainya seorang isteri hamil, lalu dia sholat. Sehingga 1 rokaat isteri hamil sama dgn 80 rokaat perempuan yg tak hamil.

7. bila seorang isteri hamil, lalu disaat anaknya lahir diberinya ASI eksklusif. Sehingga dia dapatkan 1 pahala dari tiap tetes ASI yg diberikannya.

8. Bila isteri hamil, lalu disaat anaknya lahir dirinya jaga anaknya siang & malam. Sehingga Allah SWT mengampuni seluruhnya dosanya. & seandainya dia hibur anaknya maka dia dapatkan 12 thn pahala ibadah.

9. Jikalau seorang isteri hamil, maka dirinya temukan pahala orang yg berpuasa terus pada siang hri.
10. Bila seorang isteri hamil, maka dia bakal dapatkan pahala orang yg terus beribadah pada malam hri.

11. Seandainya seseorang isteri hamil, lalu dirinya melahirkan. Sehingga dirinya dapatkan pahala 70 thn sholat & puasa. & tiap-tiap kesakitan waktu melahirkan pada 1 uratnya, Allah SWT akan mengkaruniakan 1 pahala ibadah haji.

12. Jika seorang isteri hamil, lalu dia meninggal diwaktu melahirkan atau sesudah melahirkan hingga hri ke 40. Sehingga dirinya termasuk mati syahid.

13. Kalau seseorang isteri hamil, dikala anaknya lahir dia beri anaknya ASI. Sehingga dia dapat memperoleh pahala 1 thn sholat & berpuasa.

14. Jikalau seorang isteri hamil, dulu disaat anaknya lahir dia genapkan berikan ASI hingga 2 th. Sehingga malaikat2 di langit akan kabarkan berita bahwa surga wajib baginya.

Masya Allah.. sungguh mulia isteri yg sedang hamil...

Sumber: Dikutip dari Fanpage Sehat Dan Harmonis, 12 Desember 2015

Sunday, January 3, 2016

Allahu Akbar!! Pastur Lulusan Vatikan Ini Malah Masuk Islam Saat Ditugaskan Mempelajari Al Qur'an

Mantan Pastur bernama Romo Christian mengisahkan latar belakang mengapa dirinya akhirnya memeluk Agama Islam. Pada awalnya Sang Pastur diberi tugas untuk mempelajari Al-Qur’an untuk mencari kelemahan Al-Qur’an, sehingga akan mudah untuk melakukan pemurtadan kepada Umat Islam.

Romo Christian merupakan lulusan terbaik Saint Peters Vatikan, Roma. Menyelesaikan studi hanya dalam waktu 1,5 tahun yang seharusnya 3 tahun dengan IPK 4.00 (Cum Laude).



Saat itu Romo Christian membaca Al-Qur’an di perpustakaan Vatikan. Karena tidak memahami bagaimana membaca Al-Qur’an, membuka Al-Qur’an dari arah yang salah, yakni dari kiri ke kanan, surat yang pertama kali dibaca adalah Surat Al-Ikhlas, karena posisinya diposisi paling atas.

Saat membaca surat Al-Ikhlas, sosok Romo Christian bergetar ketika membaca ayat yang berbunyi : “lam yalid walam yuulad, walam yakullahu kufuan ahad” yang memiliki arti : Ia tidak beranak, tidak diperanakkan dan tidak ada sesuatu yang menyerupai dia”.

Akibat salah membaca Al-Qur’an, salah seorang uskup Agung Alonso menegur Romo Christian dengan mengatakan : “you do the wrong with the open qur’an you should be right to left”.

Sejak berinteraksi dengan Al-Qur’an,Romo Christian menjadi mencintai Al-Qur’an. Hingga akhirnya dengan penuh keyakinan memutuskan menjadi seorang Muslim.

Setelah memutuskan untuk memeluk Islam, Romo Christian mengganti namanya dengan nama Bangun Samudra dan menjadi mubaligh.

Alhamdulillah sejak ikrar syahadat telah berhasil mengislamkan kakaknya yang bernama Albertus bersama istri (Bernaded) dan anak anaknya. Juga adik beliau Dhorotea pun juga sudah menjadi islam. Dan dapat mengislamkan kedua orang tua nya.

Sumber: http://islamedia.id/

Kisah Nyata Seseorang Masuk Syurga Karena Mengintip Wanita Mandi, Kok Bisa..???

Tsalabah bin Abdul Rahman ra adalah salah seorang sahabat yang mulia. Beliau berasal
dari kalangan Anshar, dan selalu setia melayani Rasulullah Saw sejak beliau ra masuk
Islam.

Suatu ketika dalam sebuah perjalanan untuk menunaikan sebuah urusan, secara tidak
sengaja Tsalabah ra melihat seorang wanita Anshar yang sedang mandi. Rasa takutnya
akan Allah Swt muncul seketika, ia takut jika Allah Swt akan menurunkan wahyu atas
apa yang telah terjadi. Maka ia lari hingga mencapai pegunungan, tinggal disana dan
senantiasa bertaubat dan menangis kepada Allah Swt selama 40 hari.


ilustrasi
Malaikat Jibril as menyampaikan perihal ini kpd Rasul Saw, shg Rasulullah Saw
meminta kepada beberapa sahabat Anshar untuk menjemputnya. Ketika sampai Madinah,
Rasulullah Saw sedang memimpin shalat berjamaah. Maka shalatlah mereka, namun
Tsalabah ra masih dengan rasa berdosanya, memilih shaf paling belakang. Ketika ia
mendengar ayat Qur’an yg sdg dibaca Rasul Saw, ia seketika pingsan. Selesai shalat,
Rasulullah Saw membangunkannya dan menanyakan perihal dirinya.

“Apa yg menyebabkan kau pergi dariku?,” tanya Rasul.

“Dosaku, ya Rasulullah,” jawabnya.

“Bukankah aku pernah menunjukkan ayat yg dpt menghapus dosa dan kesalahan (QS.
2:201)?,” tanya Rasul.

“Betul, akan tetapi dosaku teramat besar, ya Rasulullah,” jawabnya.

“Akan tetapi, Kalam Allah itu lebih besar lagi,” jawab Rasulullah Saw.

Setelah itu, Rasulullah Saw memerintahkan agar Tsalabah dibawa kerumahnya. Namun
setelah sampai dirumah, Tsalabah ra jatuh sakit, hingga akhirnya Rasulullah Saw yang
mendengar kabar sakitnya Tsalabah ra menjenguknya. Tsalabah ra masih malu karena
rasa bersalahnya selalu menggeser kepalanya dari pangkuan Rasulullah Saw.

“Mengapa kamu geser kepalamu dari pangkuanku?,” tanya Rasulullah Saw.

“Karena kepala ini penuh dosa,” jawab Tsalabah ra.

“Apa yg kamu keluhkan?,” tanya Nabi Saw kepadanya.

“Seperti ada gerumutan semut-semut di antara tulangku, dagingku, dan kulitku,” jawab
Tsalabah ra.

“Apa yang kamu inginkan?,” tanya Nabi Saw.

“Ampunan Rabbku,” jawabnya.

Kemudian turunlah Jibril as kpd Nabi Saw dengan membawa wahyu dr Allah Swt,
“Andaikata hamba-Ku ini meghadap-Ku dengan kesalahannya sepenuh bumi, Aku akan
menyambutnya dengan ampunan-Ku sepenuh bumi pula.”

Nabi Saw menyampaikan wahyu tersebut kepada Tsalabah ra, dan seketika ia terpekik
dan meninggal. Maka Rasulullah Saw memerintahkan agar ia segera dimandikan dan
dikafani. Ketika selesai menyalatinya, beliau Saw berjalan sambil berjingkat.

Salah seorang sahabat menanyakan mengapa Rasulullah Saw berjalan sambil berjingkat
seperti itu. “Demi Dzat yang telah mengutusku dengan benar sebagai Nabi, sungguh aku
tidak mampu meletakkan kakiku di atas bumi, karena malaikat yang turut melayat
Tsalabah sangatlah banyak,” jawab Rasulullah Saw.

Kisah Tsalabah ra, seorang sahabat yang mulia, memberikan kita beberapa hikmah. Ada
keagungan dalam sikap Tsalabah ra dalam menyikapi rasa bersalahnya. Kesalahan
Tsalabah ra mungkin merupakan sebuah kesalahan yang sepele untuk kita, namun tidak
untuk seorang Tsalabah ra.

Yang dianggap sebagai dosa besar bagi Tsalabah adalah SECARA TIDAK SENGAJA melihat
seorang wanita yang sedang mandi. Ketidaksengajaan inilah yang memicu penyesalan dan taubat dari Tsalabah ra. Sedemikian mulia akhlakmu, hai Tsalabah!

Dan coba kita renungkan perjalanan taubatnya Tsalabah ra. Langkah pertama adalah
ketakutan akan kuasa Allh Swt. Rasa takut akan kuasa Allah Swt mencerminkan betapa
Tsalabah ra adalah manusia yang ihsan, dimana ia tahu dan yakin walaupun tidak ada
seorang pun yang bersamanya saat itu, namun Allah Swt ada dan mengetahui apa yang
dilakukannya. Takutnya Tsalabah ra akan azab Allah Swt atasnya segera menuntunnya ke langkah selanjutnya, yaitu penyesalan.

Penyesalan yang penuh dengan sujud dan tangis selama 40 hari. Hingga Allah Swt
menunjukkan Kasih-Nya dengan mengirim Jibril as untuk mengabarkan mengenai Tsalabah ra yang berada di atas pegunungan, ditempatnya sedang bertobat. Bahkan setelah dijemput, Tsalabah ra masih dalam nuansa penyesalan dan takut yang membuatnya pingsan ketika mendengar ayat Allah yang dibacakan oleh Rasulullah Saw dalam shalatnya. Penyesalan yang kemudian menyebabkan sakitnya Tsalabah ra, hingga Allah Swt menegaskan keagungan-Nya dan ampunan-Nya kepada Tsalabah ra.

Tahap terakhir adalah ampunan Allah Swt atas Tsalabah ra. Sangat terlihat betapa
Allah Swt mencintai hamba-hamba-Nya yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Jika
seorang hamba sudah bertobat dan datang kepada Allah membawa kesalahan seisi dunia, maka akan disambut-Nya dengan ampunan seisi dunia pula. Yaa Allah, subhanaka yaa Ghofururrahim.

Taubat adalah rezeki setiap manusia yang seringkali dilupakan. Allah Swt membuka
pintu taubat selapang-lapangnya bagi hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Selama hamba-Nya tidak mempersekutukan Allah Swt, maka nikmat taubat itu ada untuknya.

Sungguh merugi manusia yang lalai menikmati rezeki taubat ini, taubat ini gratis
dari Allah Swt dan tanpa tedeng aling-aling. Sebuah kehinaan jika memohon ampunan
atau maaf dari sesama manusia, namun adalah sebuah kemuliaan untuk memohon ampun dari Allah Swt dengan sebaik-baiknya permohonan.

Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah Al-Anshari, dikutip dr mukhatashar Kitabit-Tawwabiin yang ditulis oleh Ibnu Qudamah Al-Maqdisy

Sumber: http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/taubatnya-sya-labah-bin-abdul-rahman.htm

Thursday, December 31, 2015

Zombie Ternyata Adalah Pahlawan Islam, Jarang Ummat Islam yang Tau

Apa yg terlintas dalam pikiran Kamu apabila disebutkan “Zombie”? Seandainya yg muncul merupakan sosok mayat hidup yg berlumuran darah & menguber manusia utk digigit & dijadikan mayat hidup berikutnya, berarti ghazwul fikri yg dilancarkan Barat sudah sukses 100%.



Barat melahirkan istilah “zombie” buat menggambarkan mayat hidup yg tak mempunyai pikiran & bernafsu memangsa manusia normal. Lewat serangkaian kiat mulai sejak dari novel, film sampai game, zombie digambarkan sbg makhluk jahat yg mesti dilawan. Dirinya mayat hidup yg tak mempunyai kebaikan sama sekali.

Tapi, benarkah Zombie dalam dunia nyata seperti itu? Nyata-nyatanya Zombie yaitu nama salah seseorang pahlawan Islam di Brazil.

Pada abad Ke-XVI, tepatnya seputar thn 1550 Masehi, Islam mulai masuk ke Brazil. Dikala itu, beberapa orang Portugis memasukkan budak-budak Afrika ke Brazil juga sebagai tenaga pekerja di kebun tebu. Mayoritas budak-budak Afrika ini beragama Islam maka sejak kala itu ada banyak muslim di Brazil.

Tahun demi thn, jumlah muslim di Brazil makin banyak. Terkecuali para pendatang, masyarakat asli pula mulai ada yg masuk Islam, jadi mualaf. Posisi kaum muslimin juga makin kuat, bukan cuma para pekerja tebu.

Saat posisi Islam di Brazil menguat, Pasukan Salibis menghabisi mereka. Pasukan Salibis mengupayakan menghancurkan Islam sampai ke akar-akarnya. & mereka punya anggapan program mereka sukses. Islam sudah dilumatkan.

Di kala seperti itu, pada th 1643, tiba-tiba muncul seorang pahlawan Islam. Dgn gagah berani dirinya mendeklarasikan berdirinya Negeri Islam di Brazil sesudah pada awal mulanya bergerak mendakwahkan Islam ke bermacam macam penjuru Brazil & menggandeng para tokoh & pimpinan di wilayah itu utk masuk Islam. Nama pahlawan itu yaitu Zombie.

Salibis yg mengira Islam di Brazil sudah mati tersentak. Rupanya Islam belum mati. Zombie sudah menghidupkan Islam kembali di bumi Brazil. & karenanya, pasukan Salibis pun serta-merta menjadikan Zombie sbg target. & rupanya, Zombie tidak cuma dimusuhi di disaat itu. Namanya juga dihancurkan di abad modern ini.

Sumber: http://www.tarbiyah.net/2015/06/ternyata-zombie-adalah-pahlawan-islam.html

Friday, December 18, 2015

Astaghfirullah..!!! Azan Dikumandangkan Iringi Perayaan Natal Bersama Nasional

Musibah besar kembali mengguncang; Azan yg merupakan simbol umat Islam utk panggilan shalat dikumandangkan mengiringi lagu gereja kala perayaaan Natal Bersama Nasional 2015 di rumah jabatan Gubernur NTT, Kupang, Senin (28/12) petang.
  

Mengutip JPNN, suara azan dikumandangkan seorang Muslim terpilih utk mengiringi alunan lagu ‘Ave Maria’ yg dibawakan seorang biduan. Laporan itu menulis, beriringan & merdu seruan Allahu Akbar & Ave Maria itu membuat seluruh penduduk Kota Kupang yg hadir terharu. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.

tindakan pluralisme keblinger itu disaksikan 5000 Kristiani & sejumlah manusia lintas agama termasuk juga pula Presiden Jokowi & isterinya Iriana juga deretan menteri.

“Bagus sekali tadi lagu Ave Maria & Adzan disajikan bersama. Padahal biasa cuma kita dengarkan di tempat ibadah, atau di tv kala adzan Maghrib,” puji salah satu umat, Ruma Laurensius yg hadir di perayaan tersebut.

Usai pertunjukan mencampuradukkan ritual agama Islam & Kristen itu, masyarakat memberikan tepuk tangan meriah. Memang Lah tidak sedikit masyarakat yg tak menyangka akan menonton lagu rohani Katolik & Adzan dikumandangkan bersamaan.

Selain itu panitia Natal dgn serta meminta kelompok Qasidah mengisi program yang merupakan penutup utk mengiringi perjalanan Presiden Joko Widodo & rombongan meninggalkan ruangan program. Sejumlah tokoh agama lain pun diundang dalam acara Natal bersama tersebut.

Ketua Panitia Perayaan Natal Bersama th 2015 yakni Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong. 
Sumber:http://www.arrahmah.com/news/2015/12/29/musibah-azan-dikumandangkan-iringi-lagu-gereja-di-perayaaan-natal-bersama-nasional.html

Monday, December 7, 2015

Against Metromini driver coaching

A total of 18 people died in a collision between a Metro Mini B80 majors-Kalideres City police number B 7760 FD with KRLcommuter line at the crossing Tubagus Angke region, on Sunday at around 8:45 pm. Witnesses said the driver metro mini break through the crack in the door rail crossings, even though the marker has been sounded that the train will pass. needs cheap mode of transport will lead to death, Arrogance management menaunggi Metro Mini impact to the driver, a high deposit, weak supervision to the driver making a name Metro Mini destroyed by itself.


Back deep sorrow felt, especially the families of victims of the tragedy of the accident KRL Commuter Line with metrominis. This is not the only incident that took casualties induced Metro driver mini irresponsible. in 2015 alone there were three cases of accidents. Until now that has been done is to unplug the Jakarta Transportation Agency bus route permits metrominis B80 Kalideres-Bridge Lima. and conduct raids completeness of the letters of the vehicle.

Koh Ahok itself has menggungkapkan discourse, if it has a license will drown metrominis is not feasible to the seabed. The idea deserves support because it proved Meteromini already revoked ijinya because it was not roadworthy nonetheless still bersliweran in the middle of the capital city of Jakarta. imitate the action of marine minister Pudjiastuti, sinking ships that violate the rules of Indonesian waters. until when the problem can be solved because basically many concerns the livelihood of many people, in this case the Management and the driver of course.

Route repeal is not a solution to avoid the accident, Metro Mini only rent or passenger conveyances. if ijinya revoked, then it can eliminate a case by case accident means the action taken was appropriate Jakarta Transportation Agency. if Meteromininya roadworthy and is used to transport passengers of course this is fine, but if metromini they will not roadworthy carrying passengers because of the age of the vehicles are old and decrepit yes indeed mandatory in kandangkan order not terajadi undesirable because of the danger level of safety of passengers , It is clear not pass the test of KIR and already grounded but still desperate wrote operates.

 Who's Wrong in This presence?

Metro Mini as transport with low rates, would be much hunted by the people especially those living in the Capital Region. the lack of convenient transportation, making people have no other choice. if you want to blame this cheap transportation department does go ahead, but for the middle to lower, shuttles this one much to help them. for Metro Mini is still roadworthy yes normally operates only, if it does not pass the feasibility test it must be sincere grounded or ditengelamkan. why should ditengelamkan? if ngak so will pitch again in the streets of the capital, we ngak know where they got permission to operate.

Indeed, the fact that the driver Metro Mini everywhere always reckless, this ought to be seriously considered by the government. prickly jammed yes metrominis, nyerobot road and likes entry Busway lane. who dare ya driver, they feel they will habit has become its own character. so that needs to be nurtured in my opinion the driver is already too far. they do not want to think about the safety of the passengers, who just got their head deposit and deposit. plus bad management that overshadowed them, the information has long been a war of nerves in the body's own Mini Metro Mangement.

 As reported in the National Daily Kompas.com, "According Jonan, increased discipline metromini driver can be done with a driver's license examination by the joint forces. In addition, periodic checks necessary to the health of the driver and the feasibility of the vehicle." If my opinion, less precise when only conduct raids against completeness of the letters and the health condition of Si driver. the fact that the field has the same kelakuanya with any SIM that does not have a license. who broke through train doorstop not only Metro Mini, Motorcycles, public transport to private cars as well do it. 

 So who is to blame in this case?

 they are the drivers of Metro Mini superiors, no shade management, and it is they who should be held responsible for the events concerning the behavior of the driver Metro Mini TSB. -management alone is not explain alias shambles, so what about the workers. Who controls the driver the Mini Metro? Another fleet could co orderly streets, so it is unclear who should be held responsible. The root of the problem is there light at the management of PT Metro Mini, so the impact on the welfare of the driver. and again the scene of the accident yesterday caused by the negligence of the driver, the case was stopped because the driver died in the accident TSB, which continues to be pursued only driver without ever touching mangement shelter. even if action is taken, the most limited Razia completeness of the letters of the vehicle. Driving the need for guidance in the Safety Management Metro Mini must immediately clean, lest the case which has been a concern of President Jokowi will end with the revocation of operating licenses PT.METRO Mini by Jakarta Transportation Agency. Not hard in my opinion for Jakarta Transportation Department to revoke the permit trajectory Metro Mini today, if asked to agree the existence of the society most definitely Metro Mini TSB peredaranya removed from the capital city of Jakarta. The driver was depressed by high deposit each day, finally the safety of passengers so neglected. we can not entirely blame the driver will be, if the trajectory license revoked, the fate of hundreds of drivers who had been working. this is so far not met way out. What if made a persuasive approach to the driver of this, their behavior clearly always violate traffic rules and so this can not be allowed to continue. just the idea of ​​it, what if the Jakarta Transportation Agency, PT.METRO Mini to conduct education on road safety to the driver, Metro Mini is still roadworthy it is not wrong, the driver should be developed gradually. The aim of this education as an understanding of how to drive safely, do not endanger other motorists. no doubt many firing drivers that do not have a SIM which operates Metro Mini.

 All elements can involve in this case, could be of kepolisia well and later. in the hope that education on road safety could change their mindset. at least this is more meaningful than simply revoke licenses without thinking about the fate of the next stretch. This education can be done as often as possible until they are completely aware that what they do has a lot of harm many people. yet they also work so that families can still steaming kitchen, there is also no one wants to harm and harm to others. Even so, Management PT.METRO Mini also must think again and clean up, do not just take advantage without thinking of the consequences that already many casualties. look for the best solution, Take advantage of the opportunity that has been given by the Jakarta Transportation Agency to clean up, take off your ego so far only for the sake of a dispute that is not clear edges. Hope can live hope, if the parties do not immediately clean up Metro Mini will surely be memorable as Bemo that its existence became extinct.

 if there are no changes to the driver, Jakarta Transportation Agency must be able to act decisively. revoke the license if the route is the best for public safety monggo ya just do it. Discourse closing level crossings is also one of the alternatives that can be done, mentally normal people we are hard to be changed, it is Habit or custom. Volume density of vehicles each day making crossings often become the scourge of the road user. We can follow the example of Japan in the country there, the attitude of its citizens are very conscious of safety. each track railway will pass, however the hardness of vehicles brought, certainly will pause the appropriate instructions lane markings. they are aware of safety, both for others and especially for oneself. Hopefully, this Mini Metro issues immediately find the best solution so that community in Jakarta can still enjoy the Mini Metro transport a million people to feel safe and comfortable. road speeding is okay in my opinion but it should with the rules and prudence, mutual salipan and romp obvious harm to other motorists. start being a pioneer road traffic safety, anyone can do, including the Mini Metro driver in Jakarta. could someday be used as a Mini Metro Icons Jakarta as a mode of transport is free for residents of the capital. Finally may the souls of the victims of the ill-fated accident yesterday received hand of the Almighty amen.